Senin, 18 Nopember 2019 : 06:58:50 WITA

Artikel

GELAR

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18)

“Dan janganlah kamu memalingkan (mendongakkan) muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
`(QS. Luqman 18)


Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau populer disebut dgn Imam Hanafi, beliau pernah berpapasan atau terserampak (hampir bertabrakan jalan) dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu.

“Sang imam berkata, “Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu! Jangan sampai kau tergelincir.”

Anak kecil ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

“Bolehkah saya tahu namamu, tuan?”, tanya si anak kecil.

“Nu’man namaku.”, jawab sang imam.

“Jadi, tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-Imamal A’dhzam (Imam yg Agung) itu..?”, tanya si anak kecil.

“Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku.”

“Wahai Imam, hati-hati dengan gelar mu itu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu

“Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkan aku di dunia. Tapi gelar mu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Abu Hanifah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang anak kecil.

Betapa banyak manusia tertipu karena pangkat, jabatan, dapuan, gelar title, julukan kehormatan, kasta, strata, keningratan..
Mereka tertipu karena kedudukannya.
__

وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا (37) كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا (38)

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi, dari sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Semua kejahatannya (apa-apa yg telah dilarang Allah) itu adalah perkara yg amat dibenci di sisi Tuhanmu.
(QS. Al-Israa 37 – 38)

Dengan langkahmu yang angkuh dan sifatmu yang besar diri / tinggi hati itu kamu tidak akan sampai setinggi gunung, bahkan orang yang berlaku demikian akan mendapat balasan yang sebaliknya.
Seperti yang disebutkan di dalam hadis shahih :

“بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، وَعَلَيْهِ بُرْدَان يَتَبَخْتَرُ فِيهِمَا، إِذْ خُسِف بِهِ الْأَرْضَ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ”
رواه البخاري

“Dahulu kala di kalangan orang-orang sebelum kalian terdapat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan langkah-langkah yang angkuh seraya memakai dua lapis baju burdahnya, tiba-tiba ia ditelan oleh bumi, dan ia amblas ke dalam bumi sampai hari kiamat.”
(HR. Bukhari – Shahih)

“MAKA JANGAN SAMPAI KARENA GELAR, DAPUKAN, PANGKAT, NAMA BESAR, NASAB KETURUNAN, HARTA BERLIMPAH, KEILMUAN, KEAHLIAN & KONEKSI PERGAULAN, MENJADIKAN KITA LUPA DIRI<
SEHINGGA MEMBUAT KITA MERASA PALING TINGGI , TINGGI HATI, TAKABUR, PONGAH .

TETAP LAH RENDAH HATI SEPERTI ILMU PADI SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *