Jumat, 22 Nopember 2019 : 18:14:12 WITA

Artikel

ANAK NAKAL

(ilustrasi-orang tua yang sedang menasehati anaknya)

 

*(#untuk orangtua dan lembaga pendidikan)*

Sejatinya, yang utama mendidik anak adalah orang tuanya sendiri karena ialah yang kelak bertanggung jawab di sisi Allah tentang anak-anaknya.

Ketika anak bermasalah di sekolah, para guru selayaknya mengomunikasikan dengan orang tua anak secara bijak.

Hindari prasangka buruk seperti ungkapan, “Di rumah dididik tidak?” “Kok, anak itu bandel dan usil?.”

Sebaliknya orang tua tidak serta merta menyalahkan sekolah dengan komentar, “Di sekolah diajar apa sih, kok anak ini nakal.”

Komunikasi dua arah yang bagus akan membuat orang tua dan sekolah legowo sehingga bisa dicari solusinya.

 

Pahami karakter anak-anak.

Anak adalah peniru yang ulung.
Bisa jadi, sikap atau perilaku negatifnya karena meniru perilaku temannya.

Baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal, seorang anak yang lemah secara kepribadian mudah mendapat tekanan teman sebaya.

Orangtua maupun pendidik hendaknya memahami bahwa setiap anak punya keunikan dan keistimewaan.

Perlakuan yang berbeda dengan memahami karakter ataupun kepribadian anak akan membantu meredakan konflik di antara mereka.

 

Tanamkan nilai agama dan moral di rumah.

Rumah atau keluarga adalah tempat penanaman nilai agama dan moral yang pertama.

Ketika di keluarga penanamannya kuat dan mengakar, insya Allah anak tidak akan mudah terpengaruh nilai-nilai negatif yang diterimanya.

Orangtua perlu mengajarkan pertahanan diri pada anak agar ia konsisten pada kebenaran.

Ajarkan pula percaya diri pada anak agar ia bersikap realistis dan mencoba menyelesaikan konflik dalam pengawasan orangtua atau pendidik.

 

Carikan teman yang shalih.

Lingkungan yang kondusif dan teman yang shalih akan membantu anak untuk mencontohnya dan mewarnai karakter anak tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami hadits no. 3545).

 

 

Problematika yang dihadapi anak perlu disikapi dengan arif, hindari saling mencari kambing hitam.

Dan anak adalah ujian ketika ia sering membuat masalah, maka saatnya koreksi diri dan terus berbenah dengan menjadi hamba yang bertaqwa.

Optimis dan selalu minta pertolongan Allah, insya Allah hati menjadi lapang dan terus mencari jalan keluar yang terbaik.

Allah akan menilai proses bukan hasilnya. Selebihnya bertawakal pada Allah.
Wallahu a’lam.

Semoga alloh menjadikan anak-anak kita anak yang  faham,alim berbudi pekerti yg luhur,selamat dunia dan akhirat ,,aamiin.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *