Senin, 18 Nopember 2019 : 06:01:45 WITA

Artikel

Penjelasan saling meminta maaf saat mau memasuki bln Romadhon

 

Tidak disyariatkan, disunahkan kalau mau masuk bulan Romadhon harus membersihkan dulu dosa-dosa, baik dosa kepada Allah maupun kepada anak adam, tapi petunjuk syariat yang benar adalah begitu berbuat dosa maupun berbuat salah, harus segera bertaubat atau minta maaf, tidak harus nunggu mau bukan Romadhon

 

‎(وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ)
[Surat Ali ‘Imran 135]

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, *mereka ingat akan Allah, lalu (segera) memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengumpuni dosa selain dari Allah?* Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.”

Dan juga hadits ini

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
(HR. Bukhari: 2269/2449)

_Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia (segera) meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari qiyamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizholiminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”._

Yang dimaksud اليوم (hari ini di dunia) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera

Dengan dalil-dalil di atas tidak ada alasan kita “harus” meminta maaf tanpa alasan yang jelas ketika mau masuk Bulan Romadhon, bahkan Rasulullah dan para shahabat dan orang-orang shalih zaman dulu tidak ada yang melakukannya, padahal mereka itulah orang-orang yang paling kuatir terhadap dosa, tapi kenapa sekarang justru kita budayakan?

Selain itu kalau dosa yang tidak kita sengaja, bukankan Allah sudah mengampuninya?

‎ عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
(HR. Ibnu Majah: 2033/2043) Albany-Shahih

_Dari Abu Dzar Al Ghifari ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku sesuatu yang dilakukan karena salah, lupa dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya.”_

Sehingga meminta maaf kepada semua orang tanpa ada dikuatirkan bisa terjerumus dalam pada “ghuluw”(berlebihan) dalam agama

Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Romadhon adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan “kebiasaan” sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

Semoga Alloh paring manfaat barokah..

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *